Keimigrasian Sulawesi Tengah Sosialisasi di SMK Negeri 7 Palu

Aparat Kantor Imigrasi dan Divisi Imigrasi Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia Provinsi Sulawesi Tengah melakukan sosialisasi dan berbagai pengetahuan tentang keimigrasian kepada para taruna dan taruni SMKN 7 Palu. Kegiatan itu berlangsung di Aula SMKN 7 Palu dan dibuka kakanwil Kemenhumham Sulteng, Iwan Kurniawan, Kamis (25/1/2018).

Kakanwil Iwan mengatakan pengetahuan tentang keimigrasian perlu diketahui bukan saja hanya pada orang-orang tertentu, tetapi semua lapisan masyarakat, termasuk para siswa-siswi. Apalagi, kata dia, taruna dan taruni SMKN 7 yang memang merupakan sekolah spesifik di bidang kelautan di Provinsi Sulteng.

Jadi, pengetahuan keimigrasian tidak hanya dibutuhkan oleh orang-orang yang akan mengadakan perjalanan keluar negeri, tetapi secara dini harus sudah diperkenalkan atau diajarkan kepada anak-anak kita.

Yang pada saatnya nanti ingin punya kesempatan mengadakan perjalanan keluar negeri, bisa saja untuk bekerja, sekolah atau apapun diluar wilayah Indonesia.

Nah, SMKN 7 sekali lagi kenapa dipilih untuk kegiatan tersebut, karena sesuai dengan spesifikasi sekolah dibidang kelautan yang antara lain diarahkan secara profesional bekerja di kapal-kapal tidak hanya pelayaran domestik, tetapi juga pelayaran internasional.

Dan untuk kepentingan internasional itu, kata Kakanwil Kemenhumham Sulteng, Iwan,tentu imigrasi harus masuk didalamnya. Karena itu, sejak mereka masih dalam proses belajar-mengajar di sekolah, perlu mendapatkan pengetahuan dan pencerahan soal keimigrasian.

Dengan demikian, maka ketika mereka nanti sudah bekerja di kapal, khususnya yang melayani rute keluar negeri, maka sudah tahu apa yang harus dipersiapkan agar tidak terkendala atau bermasalah dengan dokumen-dikumen keimigrasian seperti paspor dan visa.

“Karena itu, kami memilih kegiatan ini dilakukan di SMKN 7 Palu,” kata dia.

Sosialisasi soal keimigrasian di hadapan ratusan taruna dan taruni SMKN 7 Palu dilakukan oleh Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenhumham Provinsi Sulteng, Sumantri Sihite.

Materi sosialisasi keimigrasian meliputi fungsi keimigrasian, dokumen perjalanan (paspor) dan surat perjalanan laksana paspor (SPLP). Untuk paspor terdiri atas paspor diplomatik, dinas dan biasa. Sementara SPLP untuk warga negera Indonesia (WNI), orang asing dan pas lintas batas (PLB).

Juga dijelaskan soal alur masuk orang asing ke Indonesia. Sihite juga menjelaskan mengenai apa itu visa. Ia mengatakan devinisi visa secara umum adalah sebuah dokumen izin masuk seseorang ke suatu negara yang bisa diperoleh di kedutaan negara tersebut mempunyai konsulat jenderal atau kedutaan asing.

Visa RI adalah keterangan tertulis yang diberikan oleh pejabat yang berwenang di perwakilan republik Indonesia atau tempat lain yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia yang memuat persetujuan bagi orang asing untuk melakukan perjalanan ke wilayah NKRI menjadi dasar pemberian izin tinggal.

Visa terdiri atas beberapa jenis yakni visa diplomatik, dinas,kunjungan dan tinggal terbatas. Untuk visa kunjungan, kata dia, diperuntukan tugas pemerintahan,pendidikan, sosial budaya, pariwisata,bisnis, keluarga, jurnalistik atau singgah untuk meneruskan perjalanan ke negara lain.

Sedangkan visa tinggal terbatas untuk bekerja, penanaman modal asing,pelatihan atau peneliatian, pelajar,wisman lansia dan working holiday visa. Sihite menambahkan ada sebanyak 168 negara yang mendapatkan fasilitas bebas visa kunjungan, BVK diberika kepada dengan memperhatikan asal timbal balik dan asas manfaat serta BVK tidak dapat digunakan untuk kunjungan dalam rangka jurnalisik.
Kepala SMKN 7 Palu, Azhar Nurdin mengatakan sangat gembira anak-anak didiknya mendapatkan pendidikan dan pengajaran serta pencerahan soal keimigrasian.

“Ini sangat kami butuhkan karena SMKN7 Palu merupakan sekolah di bidang kelautan dan kelak anak-anak setelah lulus bisa bekerja di kapal dalam negeri, tetapi juga rute pelayaran sampai keluar negeri. Begitu pula tidak menutup kemungkinan mereka bekerja di kapal luar negeri dan tentu perlu dilengkapi dengan dokumen keimigrasian. Karena itu, kegiatan ini sangat penting bagi sekolah kami ini,” kata dia.

Meski sosiasisasi hanya dilakukan selama beberapa jam saja, tetapi paling tidak anak-anak sudah bisa menyerap semua materi yang telah disampaikan oleh jajaran imigrasi.

Kepala Kantor Imigrasi Palu, Suparman mengatakan selain sosialisasi di SMKN 7 Palu, juga sebelumya dalam rangka memperingati hari bakti Imigrasia ke-68 yang jatuh pada hari Jumat (26/1) 2018 ini, pihaknya juga telah mengadakan berbagai kegiatan sosial antara lain memberikan bantuan uang dan berbagai jenis sembako kepada dua panti asuhan di Kota Palu.

Berikutnya melaksanakan kerja bakti di Museum Palu dan siarah ke makam para pejabat dan karyawan yang selama masa hidup mereka mengabdi untuk negara dan masyarakat di jajaran Imigrasi Palu dan Divisi Inigrasi Kanwil Kemenhumham Provinsi Sulteng.

© SMK NEGERI 7 PALU